Muara Bulian, 10 Juli 2025 — Aktivitas ilegal drilling (pengeboran minyak ilegal) yang semakin marak di Desa Pompa Air, tepatnya di Dusun IV (Dusun Alamantras), Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, kini mulai menimbulkan keresahan warga. Masyarakat mulai merasakan langsung dampak lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas ilegal tersebut.
Warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan. Salah satu dampak paling nyata adalah tercemarnya sumber air bersih. Air sumur yang selama ini menjadi tumpuan utama kebutuhan rumah tangga, kini warga tak lagi berani menggunakannya untuk keperluan mandi, mencuci, apalagi untuk konsumsi.
“ sekarang kami terpaksa beli air galon setiap hari,” ungkap salah satu warga Dusun yang enggan di sebutkan namanya,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memaksa banyak keluarga membeli air bersih dari luar dusun. Setiap rumah tangga kini rata-rata membeli 2 hingga 3 galon air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti minum dan memasak. Pengeluaran tambahan ini menjadi beban ekonomi baru, terutama bagi warga yang penghasilannya pas-pasan.
Pengamat lingkungan dan hukum energi, Dr. Fikri Riza, S.Pt., S.H., M.H., menyampaikan bahwa dampak dari kegiatan pengeboran ilegal sangat berbahaya dan harus segera ditindak secara tegas oleh aparat berwenang.
> “Aktivitas ilegal drilling dilakukan tanpa perhitungan dan tanpa kontrol. Ini tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga langsung menyentuh aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat. Pencemaran air tanah adalah salah satu ancaman serius yang efeknya bisa berlangsung jangka panjang,” ujar Dr. Fikri.
Ia menambahkan bahwa pencemaran air tanah akibat minyak mentah bisa menyebabkan timbulnya penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan bahkan risiko karsinogenik jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas lingkungan hidup, dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menghentikan aktivitas pengeboran ilegal yang semakin liar. Selain itu, warga juga meminta adanya bantuan penyediaan air bersih serta solusi jangka panjang untuk memulihkan kondisi lingkungan yang telah rusak.
“Kami ingin hidup tenang. Jangan sampai kerusakan ini diwariskan ke anak cucu kami,” pungkas salah satu tokoh masyarakat setempat.
*”eds”*
Editor : Dwinda
Sumber Berita : eds




