Bajubang, 14 – Juli – 2025 WargaBersuara.id – Praktik ilegal drilling atau pengeboran minyak liar masih terus beroperasi dengan bebas di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Padahal, aparat keamanan telah berkali-kali melakukan razia. Kegiatan ilegal ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga telah menimbulkan kerusakan lingkungan parah dan korban jiwa.
Berdasarkan pantauan WargaBersuara.id di Desa Pompa Air, aktivitas pengeboran minyak ilegal masih berjalan meski kerap menjadi sasaran operasi kepolisian. Warga setempat mengaku frustasi karena setiap kali ada razia, pelaku hanya berhenti sementara sebelum kembali beroperasi. “Sudah berkali-kali ada razia, tapi tidak lama kemudian mereka beraksi lagi. Sepertinya ada oknum yang melindungi,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan karena khawatir ancaman dari pihak tertentu.
Aktivitas ilegal ini telah menelan korban jiwa akibat kecelakaan kerja, sementara limbah minyak mentah dan bahan kimia berbahaya mencemari tanah dan sumber air. Warga mengeluhkan air sumur yang tercemar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Air sudah tercemar, Kami khawatir dampaknya dalam jangka panjang,” keluh seorang warga yang tinggal tidak jauh dari praktik ilegal drilling tersebut. Selain itu, di musim kemarau seperti ini kemungkinan adanya risiko kebakaran dan ledakan akibat tumpahan minyak mentah juga menjadi ancaman serius bagi permukiman warga.
Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, kegiatan pengeboran tanpa izin merupakan tindak pidana yang diancam hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp 60 miliar. Sementara itu, UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juga menjatuhkan sanksi tegas bagi perusak lingkungan, baik itu sanksi administratif, perdata, dan pidana. Namun, penegakan hukum dinilai masih setengah hati. Warga menduga ada permainan oknum yang memungkinkan praktik ilegal ini terus berjalan.
Warga mendesak pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat dan tindakan nyata untuk mengambil langkah tegas, termasuk pengawasan berkelanjutan, bukan sekadar razia insidental, penindakan hukum terhadap pelaku dan oknum yang melindungi dan pemulihan lingkungan di wilayah terdampak. “Kami butuh solusi nyata, bukan hanya janji. Jika dibiarkan, kami yang terus menjadi korban,” tegas warga setempat.
Warga berharap pemerintah tidak tutup mata. Jika dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang hancur, tetapi nyawa manusia juga terus terancam.
#StopIlegalDrilling #BatangHari #LingkunganHidup #Energi #KeadilanUntukWarga
Pantau terus berita terkini hanya di WargaBersuara.id!
“eds”
Editor : Annisa
Sumber Berita : eds




