Mahasiswa, Perangkat Desa, dan Masyarakat Batang Hari Gelar Aksi, Tuntut Transparansi dan Janji Bupati.

admin

- Editor

Kamis, 24 Juli 2025 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WargaBersuara.id, Batang Hari – Puluhan mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat Kabupaten Batang Hari melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Batang Hari pada Kamis (24/7/2025). Aksi ini digelar untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai belum ditangani secara serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari.

Para peserta aksi menyampaikan enam tuntutan utama, antara lain:

1. Transparansi APBD (UU No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan PP No. 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

2. Pembayaran honor tertunda (UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan Permendagri No. 20/2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa)

3. Realisasi janji periode kedua Bupati (UU No. 10/2016 tentang Pilkada yang mewajibkan janji kampanye sebagai perjanjian publik)

4. Audit Islamic Center (UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara)

5. Pencairan beasiswa 2024 (Permendikbud No. 10/2021 tentang Beasiswa)

6. Akuntabilitas dana hibah (PP No. 12/2019 tentang Pengelolaan Hibah Daerah)

Koordinator aksi menegaskan, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, aksi yang lebih besar akan digelar dengan melibatkan ribuan warga. “Kami sudah lelah dengan janji-janji. Jika tidak ada respon serius, kami akan kembali dengan massa lebih besar,” ujarnya.

Namun, harapan bertemu langsung dengan Bupati Batang Hari yang dikenal dengan slogan “Super Tangguh” ternyata tak terwujud. Peserta aksi hanya diterima oleh Asisten I Setda Batang Hari, Muhammad Rifa’i, yang menyatakan bahwa Bupati sedang tidak berada di tempat. “Saya akan menyampaikan tuntutan ini kepada Bupati dan menindaklanjutinya dengan dinas terkait,” kata Rifa’i.

Seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Sudah berbulan-bulan kami tidak dibayar. Gaji November dan Desember 2024 belum cair, begitu juga April, Mei, dan Juni tahun ini. Kami butuh hidup, anak-anak kami butuh biaya sekolah,” keluhnya.

Persoalan keterlambatan pembayaran honor ini bukan hal baru. Banyak tenaga honorer, guru DTA, da’i, dan pegawai syara’ sebenarnya ingin bersuara lebih lantang, namun mereka kerap diintimidasi.

Berdasarkan penelusuran WargaBersuara.id terhadap Sistem Informasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (SIMTRADA), sebagian besar dana yang menjadi tuntutan aksi tercatat sudah terealisasi 100%. Namun, kenyataannya, dana tersebut belum teralisasi sehingga menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Batang Hari.

Masyarakat Batang Hari kini menunggu tindak lanjut dari Pemkab. Jika tidak ada solusi konkret, gelombang protes diperkirakan akan semakin meluas, mengingat tuntutan mereka menyangkut hajat hidup banyak orang.

Aksi ini tentu bukanlah sekadar unjuk rasa biasa. Aksi ini mencerminkan akumulasi kekecewaan publik terhadap pemerintahan Bupati Batang Hari, yang dinilai gagal memenuhi janji-janji transparansi dan kesejahteraan.

Tuntutan utama aksi adalah transparansi APBD, yang menunjukkan lemahnya pengawasan anggaran daerah. Padahal, berdasarkan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara, pemerintah daerah wajib mempublikasikan laporan keuangan secara terbuka. Namun, realitanya dana beasiswa 2024 hanya cair 50%, padahal di SIMTRADA tercatat 100%. Dana hibah tidak jelas penyalurannya, berpotensi penyimpangan. Pembangunan Islamic Center mangkrak, tetapi tidak ada klarifikasi resmi. Ini mengindikasikan kesenjangan antara data resmi dan implementasi.

Fakta bahwa Bupati tidak hadir saat aksi berlangsung menimbulkan persepsi terhadap citra pemimpin yang jauh dari rakyat. Padahal, sebagai pemimpin dengan jargon “Super Tangguh”, seharusnya Bupati bisa langsung merespons keluhan masyarakat. Pola komunikasi satu arah (hanya dijawab oleh Asisten I) menunjukkan birokrasi yang defensif, bukan solutif. Jika dibiarkan, ini bisa memicu eskalasi protes yang lebih besar.

Keterlambatan pembayaran honor selama berbulan-bulan adalah pelanggaran hak dasar pekerja. Jika Pemkab tidak segera bertindak, ini bisa berujung pada Gugatan hukum berdasarkan UU Ketenagakerjaan, Mogok kerja massal oleh perangkat desa dan tenaga honorer serta Dampak sosial, seperti putus sekolah anak-anak guru DTA yang tak dibayar.

  1. Pengakuan peserta aksi bahwa mereka “takut bersuara karena intimidasi” adalah lampu merah demokrasi. Jika warga tidak merasa aman menyampaikan kritik, berarti ada sistem represif yang bekerja di balik layar. Data SIMTRADA menunjukkan dana sudah cair 100%, tetapi di lapangan tidak sampai. Hal ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Batang Hari.

Aksi ini adalah warning sign bahwa kepercayaan publik pada Pemkab Batang Hari hampir habis. Jika tidak ada perubahan nyata, bukan tidak mungkin akan terjadi gelombang protes lebih besar, bahkan tuntutan pengunduran diri Bupati. (Eds).

Berikan Komentar Anda pada Artikel ini!

Editor : Annisa

Sumber Berita : eds

Berita Terkait

Penguasaan Ilegal PT PAL yang di Sita Kejati Jambi Oleh PT MMJ
Insiden Pengeroyokan Kader HMI di UIN STS Jambi oleh Mahasiswa yang berbendera PMII
RT 08 Desa Sarasa Meriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan Jalan Sehat dan Aneka Lomba
UNISBA Ikut Serta Meriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Bersama Pemkab Batang Hari
RT 23 Kelurahan Teratai Sukses Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Lomba Mancing, Karaoke, dan Aneka Hiburan
PEMBUKAAN JAMBORE RANTING GERAKAN PRAMUKA PEMAYUNG 2025 RESMI DIGELAR
“Keterlambatan Gaji Honorer dan Perangkat Desa di Batang Hari Menciptakan Kecewa Massal”
IPNU dan HMI Desak DPRD Batang Hari Segera Tuntaskan Masalah Gaji Pekerja yang tertunda
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:48 WIB

UNISBA Terus Berkembang: Prodi Hukum Keluarga Islam Resmi Kantongi Izin Kemenag RI*

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:33 WIB

Sambut Semester Genap 2026/2027, Dosen Ikuti Pembinaan Kopertais Wilayah XIII Jambi dan Buka Bersama

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:04 WIB

UNISBA dan KPU Batang Hari Perkuat Sinergi Akademik–Demokrasi Melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman*

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:17 WIB

UNISBA Laksanakan UAS Ganjil Tahun Akademik 2025/2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:32 WIB

Pengajian Rutin UKM Syubbanul Akhyar UNISBA Jadi Wadah Pembinaan Spiritual Mahasiswa

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:20 WIB

Panitia dan HIMAMA Sukses Selenggarakan Yudisium Ke-1 Fakultas Hukum, Ekonomi, dan Bisnis UGK Muara Bulian

Rabu, 26 November 2025 - 04:29 WIB

UNISBA dan BPS Batang Hari Teken MoU, Perkuat Riset Ekonomi Syariah di Era Digital

Sabtu, 15 November 2025 - 12:53 WIB

Dua Gelar Juara Dibawa Pulang, Pramuka UNISBA Kembali Torehkan Prestasi

Berita Terbaru

Provinsi

Kasus Kredit PT PAL : Antara Risiko Bisnis dan Dugaan Pidana

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:16 WIB